Panduan memilih DJ gear

Tertarik untuk sekedar mixing di rumah atau ingin menjadi seorang DJ profesional?

Bingung menentukan alat yang mana yang dibutuhkan?

 

Berikut adalah langkah-langkah dalam menentukan secara spesifik DJ gear/peralatan DJ yang tepat untuk anda.

 

1. Tentukan jenis musik yang ingin anda mainkan/mix

a. R&B/Hip-hop

b. trance/house/dsb

c. electro/experimental/dsb

 

2. Tentukan media apa yang akan paling sering anda gunakan.

a. Vinyl (PH/Piringan Hitam). 

Pro: Best for scratching/turntablist. Nothing beat vinyl.

Con: Solusi paling mahal, karena mekanisme analog serta bentuk/penggunaan yang paling bulky/ribet.

b. CD (CD audio/MP3),

Pro: Sistem yang paling banyak di gunakan di venue dan lebih real-time dibanding menggunakan jogwheel digital controller

Con: Harus diburn, disimpan, dijaga, dan direplace kalau sudah tergores. Harus diingat track yang mana berada pada CD yang mana.

c. USB (Flashdisk/Harddisk),

Pro: Mudah dibawa kemana2, lebih cepat dibaca oleh alat, dapat dihapus dan diisi kembali dengan track lain.

Con: Jumlah track yang dapat diisi terbatas.

d. File Audio+Software.

Pro: Menawarkan fitur paling banyak, lengkap, dan dapat dikembangkan tanpa perlu membeli alat baru.

Con: Jog wheel tidak terlalu real-time.

 

3. Jika menggunakan Software, tentukan software yang ingin digunakan.

a. Virtual DJ : DJ Software paling umum dan luas yang paling sering digunakan, dan lebih terjangkau. Virtual DJ juga dapat digunakan untuk Video Jockey-ing.

b. Traktor : Software yang ditujukan untuk profesional dan paling banyak digunakan untuk musik electro, experimental, dan lebih digemari controllerist.

c. Serato : Software yang di maksimalkan untuk scratching oleh DJ/turntablist yang memainkan musik hip-hop, R&B, dll.

 

4. Tentukan tipe setup/system berdasarkan budget (*Setup dibawah belum termasuk speaker dan peripheral sound system lainnya)

a. Laptop + Digital Controller (+ Pad Controller (Optional->Live Remix))

b. Compact/All-in-One Controller + CD/FlashDrive (+ Timecode CD + Laptop (Optional->Software Control))

c. DJ System: 2x CDJ + 1x Mixer + CD/Flash Drive (+ Timecode CD + Laptop (Optional->Software Control))

d. DVS (Digital Vinyl System) : 2x Turntable + 1x Analog Mixer + Soundcard + Timecode Vinyl + Laptop (+ modular controller (Misalnya X1) + Pad Controller (Optional->Software control & Live Remix)

 

 

5. Tentukan secara spesifik jenis controller dan komponen audio gear yang ingin digunakan untuk system anda dengan mempertimbangkan perbedaan spesifikasi masing-masing model.

a. Turntable : Piringan Hitam/Vinyl Player. Contoh: AT-LP120USB, Stanton HP150, dll

Turntable didesain berdasarkan phonograph/gramophone, dan menggunakan jarum/needle untuk membaca PH.

b. CD Player (CDJ). Contoh: Radius 3000, Voxoa P70, dll

CD Player adalah pemutar CD/CDR (dan ada juga dapat membaca USB flashdrive). Biasanya mempunyai fitur standar seperti jogwheel, pitch bend, track browser, BPM Counter, play-pause-cue, scratch mode, looper, hingga hotcues, dan on-board effect.

c. Mixer. Contoh: AmericanAudio MXR series, Traktor Kontrol Z2, dll

Mixer berfungsi untuk me-mixing track/output yang di-play oleh 2 atau lebih player. Fitur standard adalah EQ, gain, volume slider untuk tiap channel, master volume, cue (monitor/headphone), mic control, crossfader, dll.

d. Digital Controller. Contoh: VMS2, VMS4, Traktor Kontrol S2, Traktor Kontrol S4, dll

Digital Controller adalah DJ controller yang harus dihubungkan dengan komputer melalui kabel USB, dan mempunyai fungsi utama untuk mengontrol software pada komputer dengan mengirimkan sinyal MIDI. Dengan digital controller, anda dapat mengontrol banyak fitur tambahan pada software seperti efek, dll.

e. All-in-one Controller. Contoh: Encore2000, Versadeck, Mixdeck, XDJ-R1, dll

All-in-one Controller mengacu pada DJ controller yang dapat membaca CD/Flashdisk/HDD, serta mempunyai built-in mixer sehingga dapat langsung dimainkan tanpa memerlukan komputer/software. Controller jenis ini sangat cocok bagi mobile DJ yang tidak ingin ribet, dan mempunyai budget terbatas.

f. Pad Controller. Contoh: Traktor Kontrol F1, Maschine, Akai APC, dll

Pad Controller/Drum pad adalah controller yang digunakan untuk memainkan track/sample/loop secara realtime. Controller yang sebelumnya banyak digunakan oleh music producer untuk membuat drum beat ini, sekarang banyak digunakan oleh DJ yang ingin merangkap sebagai live PA (Live Performance Artist) dan berperan sebagai ‘alat musik’.

g. Modular Controller. Contoh: Traktor Kontrol X1, Traktor Kontrol F1, Akai AMX, dll

Modular controller mengacu pada controller yang ‘belum lengkap’ dan biasanya menawarkan fungsi kontrol terhadap bagian tertentu dari software. Controller ini biasanya dipakai sebagai tambahan untuk system yang sudah ada.

h. CD/Vinyl Timecode. Contoh: Traktor Scratch, dll

Berbeda CD/Vinyl biasa yang menyimpan informasi lagu/track dan dapat langsung dimainkan oleh player, CD/Vinyl Timecode menyimpan data timing dari suatu lagu/track yang kemudian diterjemahkan oleh soundcard dan software untuk men-simulasikan posisi track yang sedang berjalan pada software.

i. Soundcard. Contoh: Versaport, Traktor Audio, dll

Soundcard/Audio Interface/Audio Converter adalah sebuah interface/module yang bertugas untuk menerjemahkan sinyal analog/audio wave menjadi sinyal digital/data, dan sebaliknya. Soundcard yang mempunyai 4 input dan 4 output misalnya, disebut 4 channel atau 4×4 I/O.

j. Headphone. Contoh: HP550, HP700, dll

Headphone DJ mempunyai ciri khas yang berbeda dengan headphone pada umumnya. Headphone DJ pada umumnya dapat diputar dan dilipat untuk memudahkan cueing, serta mempunyai karakteristik sound berupa low yang kuat.

Premium Wordpress Themes